IKAN TUSUK GIGI YANG MENGERIKAN

Image

Ekosistem air jernih di Sungai Amazon yang luas adalah rumah bagi bermacam hewan, dan banyak dari spesies berkembang berdasarkan  keganasan mereka. Jika satu ditanya penduduk tentang spesies pribumi sungai paling berbahaya, sedikit mennyebutkan kumpulan penjelajah piranha karnivora, atau ular anaconda yang besar; tapi berdasarkan tebakan umum di wilayah ini,   jawaban yang sering disebut adalah “candirú.”

Image

Candirú adalah ikan lele kecil yang hidup di kedalaman Sungai Amazon. Ikan-ikan ini tidak memburu berkelompok seperti piranha, atau kalaupun mereka besar seperti anakonda. Faktanya, candirú adalah hewan bertulang belakang terkecil di bumi, dan kadang disebut “ikan tusuk gigi” disebabkan oleh bentuknya yang kecil dan ramping. Hanya orang-orang tertentu yang punya nasib sial dengan candirú, tapi pengalaman mereka menyajikan kisah sebagai peringatan kepada siapapun yang berpetualang ke sungai hebat itu.

Walau candirú sejenis parasit, manusia bukan diantara tuan rumah yang layak. Dia sembunyi di  kegalapan keruh pada dasar sungai, diam-diam mengintai ikan sebelah. Cahaya jarang ada di kedalaman pekat, tapi candirú tidak perlu itu untuk melihat dia dapat mencium jejak dari urea dan ammonia yang dikeluarkan dari insang.

Image

Si Pemburu kecil membuntuti mangsa, hampir tak terlihat dikarenakan badannya yang tembus cahaya dan badannya yang kecil. Ketika target membuang nafas, candirú melacak  hasil aliran air dan melajur ke arah insang yang dituju dengan kecepatan luar biasa. Hanya hitungan detik dia langsung menembus insang dan menggeliat jalan masuk ke tempat, mendirikan serangkaian duri-seperti payung untuk mengamankan posisinya.

Ketidakpedulian dengan kepanikan tuan rumah, si parasit yang telah terpasang menggorogoti lubang dekat darah nadi dengan gigi jarumnya, mengenyangkan diri dengan hadiah yang memancar keluar. Hanya dua menit perut candirú membengkak oleh darah sang korban, dan menarik ulur duri cengkramannya.

Walau mungkin terlihat korban ikan telah kabur, lukanya sangat parah yang membuat kesempatan hidup tipis. Sementara penyerang juara mental kembali ke dalam kegelapan sungai untuk mencerna makanannya.

Ada banyak kisah buruk menuju kesialan manusia dengan candirú, waalau sampai tahun ini tidak diberi simpati pada komunitas kesehatan. Sangat jarang untuk orang-orang berenang atau mandi di sungai untuk buang air kecil di air, kelakuan yang membuat aliran air kecil berbau urea dan ammonia. Tampaknya ikan lele kecil itu tak selalu membedakan air kecil manusia dan insang ikan, dan pada kesempatan dia akan siap melakukan cirri khasnya dengan serangan gerak cepat pada beberapa jiwa yang kurang beruntung.

Ketika candirú sukses menginvasi manusia, dia lanjut sama seperti tuan rumah ikan sebelumnya. Setelah memasuki “lubang”, dia langsung menggeliat menuju jalan sejauh mungkin, sering dibantu dengan usaha korban yang sia-sia memegang ekor yang licin dan berlendir. Dalam peristiwa buruk korban yang secara panic berhasil menggenggam ikan itu, duri pegangan melengkung kebelakang menyebabkan sakit yang menyiksa pada tiap tarikan, dan mengakhiri drama tarik-tambang. Setelah masuk, si parasit melaju ke bagian uretra dekat dengan membran yang kaya akan darah,  membentangkan duri ke dalam jaringan di sekitarnya, dan mulai makan.

About najoor

nevertheless, i just can't judge myself, i only can judge someone else :) just like commonnly person did, enjoy my blog ;)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s