Bagaimana Kapten Amerika Dapat Pola Lorengnya

Dengan film Captain America yang akan beredar, kupikir sudah waktunya aku cerita tentang waktu aku masih 15 tahun, dan aku menolong Captain America dari penampakan di sampul komik Marvel tanpa garis merah dan putihnya.

Waktu itu tahun 1989. Aku adalah komik holic, dan fan besar dari seniman Todd McFarlane. Pertamnya kupikir gayanya memang aneh, dengan garis banyak pada wajah-wajah melonjong, tapi lama-kelamaan aku paham. Dia membuat penampilan dari took komik local di Phoenix, jadi aku langsung ke TKP. Aku kesana lebih awal dan mengantri panjang. Dan ketika aku sampai ke mejanya, aku langsung melayang.

Aku yakin aku nongkrong di mejanya selama 2 jam, bertanya terus-menerus sementara dia menandatangani komik-komik untuk orang-orang lain. Dia tak peduli jika kuganggu, dan aku merasa aku seperti mengeluarkan waktu berhargaku dengan selebriti besar.

Todd (Aku bisa memanggil dia Todd sekarang, kan?) telah membawa beberapa fotokopi hasil karya yang telah rampung untuk disiapkan ke episode berikutnya untuk Amazing Spider-Man. Diantaranya adalah sampul ini issue #323:

ASM323_pencils

Aku sadar ada yang salah “Kemana loreng merah-putihnya?” tanyaku.

“Hah?”

“Lorengnya. Captain America harusnya memakai chainmail biru setengah kaos diatas lengan baju merah-putih. Tapi ini kok tidak ada”

Seingatku, Todd bilang seperti ini, “Waduh! Harus segera kubereskan ini! Kalo tidak, bagian pewarna yang membereskannya, dan dia akan mengacaukannya!” lalu dia mengambil handphone nya memanggil Markas Marvel segera. Tapi tenti dia tidak punya handphone di tahun 1989 jadi mungkin ingatanku yang salah. Kalau tidak salah seperti ini kejadiannya:

“Oh, tidak. Terimakasih telah teliti. Aku harus mengambil kembali hasil karya itu supaya aku bisa menambahkan lorengnya sendiri. Jika tidak, bagian pewarna akan menambahkannya, dan mereka akan mengacaukannya.” Lalu dia menulis catatan dibalik fotokopinya.

“Bagaimana bisa bagian pewarna bikin berantakan?”

“Dia bisa tidak mengikuti garis lekuk badan Captain. Dia pasti membuat lorengnya terlalu lurus.”

“Oh.”Aku terkesima dengan  kebanggan karena aku tahu kesalahan dan dia tampak menghargainya.

Beberapa bulan kedepan, episode telah keluar, dan aku bangga melihat Captain America dengan lorengnya. Tapi aku cukup sedih tak seorangpun tahu bagaimana semua itu berawal.

ASM323_cover

About najoor

nevertheless, i just can't judge myself, i only can judge someone else :) just like commonnly person did, enjoy my blog ;)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s